Last Updated:

“Sorry … No Hallal!” ~ Singapore

Categories Travel
Resto di changi!
“Sorry,,, No Halal!”

 

yup,, kalimat itu selalu saya dengar ketika saya dan istri pergi ke hampir semua foodstall di Changi  Airport Singapore. waktu itu kita harus transit kurang lebih 10 jam di Singapore sebelum pada akhirnya melanjutkan flight kembali ke Jakarta.

 

Jujur saja kami cukup kesulitan untuk mencari makanan di sini, terutama makanan halal. mungkin karena banyak makanan yang mengandung babi, atau di masak menggunakan alat masak bersama dengan makan yang mengandung babi.

Kami tiba di Singapore kurang lebih jam 12 siang, waktu yang benar benar tepat untuk mendengar cacing di perut kami dansa tango. Dari awal sekali saya sudah merengek seperti anak kecil yang ingin membeli plastik model Gundam kepada istri saya kalau saya ingin sekali mencoba “SubWay” di Singapore, karena di penang saya ta sempat mencicipinya karena satu dan lain hal. Jujur saya penasaran, menurut teman-teman saya yang sudah mencoba, sandwich ini memiliki ukuran yang cukup bikin kenyang dan sepertinya cocok untuk memenuhi hasrat makan saya selain rasanya yang juga berbeda di bandingkan fastfood yang sudah berjamur di tanah air. Akan tapi karena istri ingin makanan yang lebih berat, dan memang kami belum makan dari kemarin malam, maka kami memilih untuk hunting makanan berat terlebih dahulu. dan dalam pikiran kita? ‘TomYam pasti enak.’

 

Meluncur lah kami langsung ke foodcourt di terminal 2 Changi Airport. mencari ada makanan apa saja yang tersedia di sini, dan seperti dugaan kami, ada tomyam!! langsung melihat harga dan antrian. pertama kali kami lihat harga nya kurang lebih 10SGD! damn, mahal! tapi tidak apa, perut yang lapar membutakan semuanya. lalu kamipun mengantri dengan para calon pelanggan lainnya.

 

ketika kami sedang mengantri, tiba-tiba seorang ibu-ibu menghampiri kami, dari seragamnya sepertinya dia pekerja di sini. dia bilang,, “Sorry,, this tomyam.. no HALAL!!”, kami tertegun,,, what? TomYam kan seafood, saya bertanya kembali untuk meyakinkan, “No Halal?” dan dia pun menjawab dengan yakin “yes, mostly here not halal, but you can buy Nasi Lemak over there.. halal”

 

Geezz,, melipir lah kami dari antrian, dan diskusi plus kebingungan melanda. kami akhirnya memutusakan untuk mencari tempat makan lain, dan lagi-lagi seperti biasa kami di cegat sebelum sempat berkata mau memesan apa “Sorry ,,, No Hallal!!”

 

Lalu saya teringat “SubWay”, sudah daripada tidak dapat makanan, setidaknya kami bisa meredam cacing di perut kami. Berjalanlah kami ke salah satu stall fastfood “SubWay” di sana Belum sempat kami memesan, pelayannya langsung berkata “Sorry,,, No Hallal!”.

 

Hancur hati, pupus sudah rencana saya untuk mencoba “SubWay”

 

setelah berputar – putar di pada akhirnya kami memutuskan untuk keluar aiport dan meluncur menuju little india hanya untuk mencari makan. perut sudah terlalu lapar dan minta di isi. “Logika butuh logistik” bro!!, tanpa browsing, hanya mengandalkan map MRT dan bertanya, kami memutuskan menuju ke Little India, Singapore.

 

Setelah perjalan menggunakan MRT sampailah kami di Little India dan mulai bertanya di mana ada foodcourt terdekat, dan siang itu? kami terselamatkan. seperti dugaan kami, banyak terdapat foodstall nasi briyani dan sebagainya dengan harga yang sangat bersahabat. cukup 10SGD untuk berdua plus teh tarik.

 

Oiya, ngomongin transportasi di Singapore, Terutama MRT nya, menurut saya mudah di baca dan tepat waktu, jadi jangan kuatir buat yang baru pertama kali ke Singapore, satu dua kali perjalanan pasti langsung hafal. mungkin akan ada post tersendiri untuk membahas soal transportasinya.

 

mungkin next time ketika kami harus transit lagi di singapore atau mungkin travel ke Singapore, soal makanan ini harus di fikirkan dengan matang. tapi meskipun begitu bagusnya adalah mereka mengingatkan kami bahwa makanan yang akan kami beli atau mereka jual tidak halal.

 

2 thoughts on ““Sorry … No Hallal!” ~ Singapore

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *