Last Updated:

Jomblo Remake ~ Movie Review

Categories Movie Review
JombloFaizar
Jomblo ~ Remake

“jomblo by adithya mulya” mungkin anak-anak jaman 90-an bakal inget sama novel yang fenomenal satu ini. novel yang ringat dengan cerita yang begitu mengena di beberapa hati para penikmat buku. mungkin zaman itu, novel jomblo semacam novel oasis anak muda untuk menumbuhkan kembali minat baca nya.

selang beberapa tahun kemudian di buat lah film yang beradasarkan novelnya tersebut. karena melihat novelnya yang booming dan best seller kemudian di adaptasi menjadi film dan film ini pun sukses menggegerkan fans novel jomblo untuk memadati studio bioskop di tanah air, termasuk saya.

lebih dari 10 tahun berlalu, ketika saya sedang menonton salah satu film di salah satu bioskop di bandung, saya melihat trailer “JOMBLO”.

“wah ,, di remake nih filmnya,,, ini jomblo nya adithya mulya dulu itu,,,”

dari trailer tampak sedikit  menjanjikan, tapi sayang saya tak sempat untuk menonton di bioskop karena kesibukan di kantor tak mengizinkan saya untuk memasukkan film jomblo remake ini kedaftar watchlist saya.

sekian bulan berselang, akhirnya saya berkesempatan untuk menonton film satu ini.

film jomblo remake ini disutradarai oleh Hanung Bramantyo, salah satu sutradara yang sudah cukup santer namanya di kalangan perfilman tanah air. dari segi plot mungkin masi sama mengisahkan tentang 4 orang sahabat yang kuliah dan memiliki kisah cintanya masing-masing.

first impresion dan harapan saya ketika pertama menonton film ini ‘wah bakalan seru ni, warkop aja bawa nostalgia nya kenceng banget, semoga film ini juga’

tapi sayangnya harapan dan imajinasi saya harus runtuh di 15 menit pertama film ini.

meskipun sama dalam segi plot tapi alurnya sudah berbeda, mungkin film ini ingin mencoba mengadaptasi novel JOMBLO yang di garap tahun 90 an menjadi JOMBLO yang beradaptasi di tahun 2000 an ini, dengan segala unsur sosial media dan teknologinya.

FaizarrJomblo
empat orang sahabat, Agus, Bimo, Oliv dan Doni (Source : Screenshoot Youtube)
dari segi karakter, masih menunjukkan karakter seperti AGUS GURNIWA, BIMO, OLIV dan juga DONY, dengan padanan karakter mereka masing-masing, seperti Oliv yang suka dengan perang, agus yang cupu, bimo yang apes dan juga dony yang playboy. tapi entah kenapa dalam penggarapan dan pembangunan karakter dalam film Jomblo Remake ini terasa terlalu tipis. Oliv dan Dony adalah sahabat, dan Agus tidak pernah merebut gebetan agus.

lain hal nya dengan film pertama yang menurut saya menggarap dan mengadaptasi novelnya dengan sangat bagus. film pertamanya mampu menggambarkan persahabatan ke empat orang ini dengan sangat kental. dengan cerita agus yang berdiri sendiri, Usaha Oliv yang di hancurkan doni begitu saja dan juga bimo dengan karakter yang unik dan juga kisah cinta yang bikin penasaran dan tersenyum.

menurut sutradaranya, film ini akan memiliki plot yang berdiri sendiri dan beda dari film pertamanya, terutama tentang endingnya. jadi si sutradaranya ingin merubah dan memperbaiki ending dari film pertamanya, yang menurut saya tidak ada yang harus di rubah dari ending pertamanya.
FaizarrJomblo Agus dan rita
Agus bertemu Rita, jadi ber-Hijab dan Soleha (Source : Screenshoot Youtube)
jujur ekspektasi pertama saya menonton film ini adalah scene di mana ketika Dony menyanyikan lagu “Dewi malam” buat asri, dan di sini dony benar benar berubah menjadi person yang lebih baik dan merasakan cinta karena asri. tapi, di film barunya, scene itu hilang, dan dony berkesan menjadi yang lebih baik tapi karena di “kerjain” oleh asri. kurang mengena.

dan satu lagi, ada scene nari india yang di nyanyikan oleh bimo dengan bahasa jawa dan memakan durasi yang cukup panjang. menurut saya scene ini merupakan scene yang tidak perlu, seakan ingin menambah unsur komedi yang malah bikin terasa makin KRIK KRIK. scene joget india ini muncul ketika Bimo memergoki bahwa Agus berpacaran dengan Lani yang mana dia adalah gebetannya Bimo selama ini. menurut saya motivasinya kurang kuat.

oiya, Bimo pada film pertamanya dan di novel nya di gambarkan sebagai seorang yang jogja banget, sedangkan di film ini di gambarkan sebagai seorang papua yang lahir di jogja.

selain itu juga saya merasa ada beberapa scene yang di buat terlalu di paksakan, salah satunya adalah ketika di film pertamanya Agus mencari Lani dengan kostum ayam dan mencari daftar nama ke bagian TU, di film baru agus mencari Lani dengan kostum Roti ke bagian TU.

oh bukan, bukan kostum yang saya permasalahkan di sini, tapi lebih ketika agus mencari lani dengan kostum roti dan KUNTILANAK!! iya,, KUNTILANAK!! hantu indonesia yang paling memorable. saya tidak habis fikir kenapa harus ada unsur kuntilanak atau ada unsur mistis yang di masukkan di film ini, saya melihat bagian ini adalah bagian yang paling di paksakan diantara scene yang lainnya.

Oliv kenalan faizarr
Kisah cinta Oliv dan Astri (Source : Screenshoot Youtube)
anehnya lagi adalah, film JOMBLO REMAKE ini mengadaptasi dari jaman ketika tidak ada sosial media dan internet ke jaman yang notabene sudah modern seperti saat ini. tapi ko, untuk mencari nama dan kelas masih harus melalui kantor TU, padahal dia sudah mengetahui nama lengkap Lani. padahal kan bisa googling.

film jomblo ini begitu memorable pada awalnya, dan entah kenapa ketika muncul remakenya hanya menjadi ya sudah film yang selewat untuk di tonton saja, tidak sememorable warkop reborn.

oiya spoiler terakhir, di film ini saya merasa (entah siapa, entah penulis atau sutradarnya) berusaha memasukkan unsur dan elemen religi tapi terasa sangat tidak cocok dengan cerita.

ini hanya opini pribadi dan pengalaman saya setelah menonton Jomblo Remake, setiap orang pasti punya pemikiran dan sudut pandang yang berbeda beda, tapi buat kali ini? ya hanya film yang sekali di tonton dan bukan film yang memorable.

score 6,5/10

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *